Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

07/08/12

"Ujung Jalan Berbatu"

Puisis oleh Are de Peskim

NB: untuk kawan-kawan Gerbong Merah

Telah kuhabiskan waktu
menunggu bayangmu
memotong senja berwarna emas
sementara lorong kelas menjelma jadi hati yang tertawa

sampai akhirnya keretamu tiba
aku lelah di ujung jalan
dengan surat cinta dari pinggir kota
di tangan kiri

gerakamu memotong senja
derapmu menyejukkan
ujung jalan berbatu kita kepung emasnya senja
ujung jalan berbatu kau tinggalkan tapak merah

Pinggir Kali, Mei 2012

01/01/12

Puisi Dari Mata

Kalau kau bilang senjata
dan tersuruk pada sungai darah  
itu jelmaan kata
kutatap kau dengan mataku
agar kau menelan belati

Mungkin itu sajak fiksi ( ? )
tentang tuan presiden yang menangis
bertahun-tahun di halaman istananya
padahal air mata
telah menutupi petak-petak kami yang tetap kering

Langit kami bahkan sudah robek
di atas cermin retak membentang
sehingga gelap terbit semesta
dari dalam rongga mata yang anginnya terlalu pahit

*) Puisi Are Dahara